EDUCATION ZONE
Welcome to Education Zone

A Scholarly Space for Education, Philosophy, and Islamic Studies

Managed by Dr. Tgk. Tabrani. ZA, S.Pd.I., M.S.I., C.Ed., CPS., CIICS. — Lecturer at Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Founder of SCAD Independent, Managing Editor of Jurnal Ilmiah Peuradeun, and Initiator of the Integrative-Structuralist (INSTAL) Model.

Foto Dr. Tgk. Tabrani. ZA
Dr. Tgk. Tabrani. ZA, S.Pd.I., M.S.I., MA., C.Ed., CPS., CIICS. Associate Professor · UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Featured Works

Cover of The Paradigm of Science in Islam
The Paradigm of Science in Islam

LAP Lambert Academic Publishing, Germany (2020). Translated into 12 languages.

Cover of Arah Baru Metodologi Studi Islam
Arah Baru Metodologi Studi Islam

Penerbit Ombak, Yogyakarta (2015).

Cover of Persuit Epistemology of Islamic Studies
Persuit Epistemology of Islamic Studies

Penerbit Ombak, Yogyakarta (2015). Book Two of Arah Baru Metodologi Studi Islam.

Dissertation Finding INSTAL Model (Integrative-Structuralist)

A framework for internalising national philosophical values in the curriculum of State Islamic Higher Education Institutions (PTKIN) in Aceh.

IntegrationNaturalizationStructuralismTransformationAdaptabilityLongevity
← Back to home

Menulis dan Mempublikasikan Artikel Ilmiah untuk Jurnal

August 06, 2018
Pencapaian tertinggi dalam sebuah karya ilmiah adalah ketika dipublikasikan. Dengan publikasi jurnal ilmiah tidak hanya sebagai prasyarat akreditasi melainkan juga memperkaya literasi keilmuan yang ada. Meskipun demikian dalam publikasi sebuah karya ilmiah terdapat beberapa etika yang perlu diperhatikan. Salah satu bentuk publikasi ilmiah adalah jurnal. Tidak semua artikel hasil penelitian dapat dikatakan sebagai jurnal ilmiah. Sebelum melakukan penulisan artikel pada jurnal ilmiah biasanya akan melakukan telaah pustaka terkait dengan teori dan penelitian terdahulu sesuai dengan bidang keilmuan yang menjadi masalah penelitian.
Menulis secara teknis sesungguhnya merupakan kegiatan menjabarkan kerangka tulisan menjadi kalimat-kalimat, paragraf-paragraf, dan sub-subbab/bab. Dalam proses itu, pemilihan kata dan penggunaan ejaan dan tanda baca sangat penting. Kata atau kelompok kata akan mewadahi gagasan yang akan disampaikan penulis kepada (calon) pembaca. Akan tetapi, gagasan terkecil yang paling sempurna yang dimiliki penulis berupa kalimat utama, bukan pada kata atau kelompok kata. Oleh karena itu, untuk menghasilkan tulisan yang rinci dan sistematis, setelah kerangka tulisan terwujud, mulailah dengan merumuskan kalimat-kalimat utama untuk setiap bagian tulisan. Sebagai contoh, untuk bagian pendahuluan suatu artikel, sudah cukup memadai bila (calon) penulis dapat menyiapkan 5-7 kalimat utama untuk selanjutnya dijabarkan menjadi 5-7 paragraf.
Penjabaran kerangka tulisan dilakukan dengan merangkai kalimat-kalimat dan paragraf-paragraf. Kalimat-kalimat yang terangkai dalam paragraf dan paragraf-paragraf yang terangkai dalam sebuah tulisan dikemas dengan sebaik-baiknya. Intinya, kalimat-kalimat itu isinya saling mendukung, saling melengkapi, saling merinci dan memperjelas kalimat-kalimat yang lain. Satuan  gagasan diikat oleh paragraf-paragraf. Analogi yang mudah adalah setiap judul makalah, laporan penelitian, artikel, atau buku itu dapat diibaratkan seperti sebuah pohon. Setiap pohon memiliki cabang, ranting, dan daun. Sebuah tulisan, ibaratnya sebuah pohon. Ia memiliki cabang-cabang (subbab), ranting (sub-subbab), dan daun (rincian dalam sub-subbab, yang berupa paragraf-paragraf). Dalam setiap satuan itu harus menunjukkan adanya kesatuan dan kepaduan dalam levelnya masing-masing.



Latest from Jurnal Ilmiah Peuradeun

Visit the journal →